Showing posts with label The Memoir... Show all posts
Showing posts with label The Memoir... Show all posts

Monday, August 2, 2010

Kaastengels!!


Jadi begini ceritanya...

Saya selalu terpesona pada beberapa momen yang cuma ada ketika ramadhan dan lebaran tiba, karena selain saya memang merayakannya, ada beberapa hal yang selalu lekat dalam memori saya, saya share salah satunya, citra rasa Indonesia, resep Belanda... Insya Allah.... Halal!

^_

Tau dong kastengel?

kue kering rasa keju, dari 2 kata, kaas (bukan kasbon) dan stengels (bukan senter) serapan bahasa Belanda. Kaas berarti keju dan stengels berarti batangan. Kaasstengels atau batangan keju dan sekarang dikenal dengan kastengel. Kalo di Belanda katanya neh, kue kaasstengels ini panjangnya mirip mistar, sekitar 30 cm (makannya langsung di telen bulet bulet pake aer putih... hehehe kidding!) . Mungkin resep kue ini dibawa oleh noni Belanda di masa kolonial . Begitu masuk ke sini, lantaran oven yang ada tidak terlalu besar, maka dipotong kecil-kecil. Beradaptasi dengan peralatan di sini.

Begitupula dengan nastar yang ternyata juga berasal dari bahasa Belanda ananas dan taart. Ananas berarti nanas dan taart berarti kue tart. Gabungin, jadilah ananastaart, tar nanas .. ya bechul... nastar!! (saya suka nastar yang ada
cengkehnyaaaa... halah!). Dan saya sedari kecil tumbuh dengan bermacam kudapan ennyak ini, thx to mama saya.

Emang ga setiap saat ada sih, apalagi dirumah saya, karena kue ini cuma ada diwaktu waktu menjelang lebaran dan harganya muahal, setoples rata2 antara 85 ampe 100 ribu harganya, ada si yang di bawah 50 ribu juga tapi kata mama saya, ga enak, soalnya banyakan mentega dari kejunya. yuummmeeeehhh....

Seinget saya, alhamdullillah belum pernah saya lewatkan satu lebaranpun selama hidup saya tanpa keberadaan kue satu ini. Lagi lagi saya kudu terimakasi banyak sama si mama dan euh, beberapa wanita yang sempat ngirim juga si hehehe cihuy gratisan.
Dan kalo pun engga ada... saya
pasti bakal beli sendiri!!!




Kastengels adalah makanan favorit, dari saya kecil sampe sekarang, dari lebaran saat saya balita sampe lebaran yang akan datang, dan mungkin bakalan selalu saya hadirkan di rumah saya kelak untuk keluarga saya. Gak sekedar kue bagi saya, kastengel memiliki arti lebih. Ada nostalgia disana, ada curi curi nyicip kue, ada nyuri nyuri toples kue, atau berebutan menghabiskan kue yang tersisa, ada tawa renyah para penghuni rumah, ada saat saat santai bersama adik adik saya, bersama orang orang yang saya sayang, ada kehangatan dari hidangan sederhana tersebut (apalagi kalo baru dari dalem oven..dijamin angeett!!!). Jadi kalau bagi orang lain kastengel sekedar kue, bagi saya mungkin jauh lebih berharga...
Rasa dari kastengels
ini juga menjadi faktor utama di lidah saya, jangan terlalu asin, jangan ada rasa manis, renyah dengan aroma dan rasa keju yang padat, membuat saya pasti langsung jatuh cinta (sama kue nya dan mungkin sama yang bikinnya). Apalagi kalo yang bikin kastengel itu cakepnya kaya Dhini Aminarti ato Dian Sastro lah hehehehe


Euuhhh... KEMBALI KE TOPIK ...!!! Mengenai Kastengel tentunya....

^__^

Saya sertakan deh salah satu resepnya yang saya comot dari info resep dot kom biar apdol, adapun mengenai rasa dari resep ini, euh para ibu ibu disini pasti lebih tau, jadi kalo ada yang mo ngelempar saya pake kue ini, silahkan lho.

..

RESEPH KAASSTENGELS

Bahan bahannye neh :
• Margarine forvita 185 gram
• Roombutter 15 gram
• Tepung terigu protein rendah 250 - 300 gram, ayak
• Kuning telur 3 butir
• Keju tua (edam) 150 gram, parut
• Keju cheddar 75 gram, parut
• Kuning telur 2 butir, kocok, untuk olesan

Begini neh cara bikinnye :

  • Kocok margarine forvita dan roombutter hingga lembut. Selembut apa? Selembut kasih ibu hehehe
  • Masukkan kuning telur satu persatu sambil dikocok hingga rata.
  • Tambahkan terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan sendok kayu hingga rata.
  • Masukkan keju tua (edam), aduk kembali hingga rata.
  • Masukkan adonan dalam plastic segitiga, potong ujungnya dengan diameter 1 cm.
  • Semprotkan adonan memanjang, potong adonan dengan panjang 3 cm, euh mo lebih juga ga papa, kalo mo di bentuk biar artistik juga bole, ya terserah ibu ibu deh, saya mah tau beres pokoknya!!!
  • Rapikan. Letakkan adonan di atas loyang bersemir margarine forvita.
  • Oles permukaan adonan dengan kuning telur dan taburi keju cheddar atau potongan kecil keju yang memanjang, tergantung pilihan pemirsahhh.
  • Panggang adonan dalam oven bersuhu 160°C hingga matang selama ±20 menit hingga matang dan sedikit kecoklatan, jangan ampe gosong tapinya, kuning semu coklat lah.
  • Angkat dan biarkan dingin, ga usah pake dicicip segala.
  • Sajikan bersama secangkir kopi atau teh untuk menemani sore anda menjelang berbuka (jiyaaahhh... bekel ngabuburit!!)
  • Jangan lupa Sembunyikan!!! ... biar ga cepet abis, tau sendiri klo udah makan kastengels, susah brentinya hehehehe




selamat menikmati kastengels di meja ruang tengah anda..

Sisakan sedikit buat saya..

^__^


Friday, April 23, 2010

★★★ . . Kirisute Gomen! . . ★★★

mengenai waktu dimana semua tentang kamu
dan aku senang mendengarnya
mengenai hari harimu
dan tiada tentang pagi siang dan malam-ku

semua selalu tentang kehidupanmu
yang rutin menyapa setiap harinya
tapi itu tak mengapa,
karena aku sungguh menikmatinya
menikmatimu...

tentang sekelumit kisah hidupmu
tentang keraguan yang menimpamu
dan canda tawa yang sempat singgah
di beberapa malamku
dahulu...

alunan sapa dalam bait bait singkat
yang hanya terdiri dari satu kata,
sebuah nama...

dan tak kuasa kadang kumenahan tawa
ada apa dengan kita?


lalu kini tiada terdengar lagi
lantunan renyah tawa itu
bahkan tiada lagi kata terucap diantara kita
membisu, tenggelam dalam tanya
ah sudahlah, tak mengapa...

sungguh,
tak akan aku paksakan
seperti yang dahulu pernah kujanjikan
aku ada, karena kau menginginkannya
karena kisah ini tentang kamu, selalu

jadi,
mengenai cerita lalu...
apakah semua itu mimpi
adakah semua itu semu.....






karena mungkin
aku sedikit merindukannya...


Wednesday, November 11, 2009

Blue Ransel . . .



Pengen sharing sebuah buku karya Gola Gong yang ketika saya esempe begitu menginspirasi saya, hingga sekarang.

Buku yang dahulu saya pinjam dari perpustakaan sekolah, karena uang jajan saya pada saat itu hanya cukup untuk membayar denda keterlambatan peminjaman buku, yang notabene lebih murah dibandingkan membeli bukunya.

mengarungi samudra waktu tak bertepi
gelisah aku dalam perahu nasib
gelap dan rahasia, tak terselami
aku tak tahu mengapa sampai di sini
terlunta sendirian menyiulkan tembang
o, alangkah rawannya hidup lelaki
begitu jauh mencari tempat pijak
[Toto ST Radik]

Balada Si Roy, bercerita tentang nilai nilai kelaki lakian, dibalut cerita manis getirnya kehidupan, persahabatan, ke-Tuhanan, dan pastinya gak terlewat, kisah mehe mehe tentang cinta. Balada Si Roy, dimana disetiap judulnya memiliki emosi tersendiri. Diibaratkan ruh, setiap judul memiliki ruh sendiri.

Adalah Roy, remaja abal2 yang bandel tapi gentle, urakan tapi tahu aturan, kasar tapi gak brutal, sosok sederhana tapi peka terhadap lingkungan sekitarnya. Remaja yang gelisah. Seorang laki laki. Seorang petualang.
Saya begitu meresapi kisah di buku ini,memacu adrenalin saya untuk terus mencoba menjadi seorang "lelaki". Dan menjadikan Roy sebagai role model imajiner saya [padahal waktu itu saya masi esempe!?!?!]. Yang ternyata setelah saya googling kemana mana, banyak juga yang terinspirasi seperti saya.

biarlah aku terus terlunta
di jalan-jalan asing berdebu
sendirian meraba arah hidupku
menghadapi pahit nyeri luka-luka
sebab langkah yang telah ditempuh
tak bisa ditawar dengan keluh!
[Totok ST Radik]

Beranjak SMA mendadak beli ransel berwara biru, sok heroik menghabiskan waktu di jalan, gerbong, masjid...nongkrong doang.... kemping tapi perlengkapan banyak benerr, naek gunung cuma pengen tau rasanya metik edelweis, pokonya berasa petualang beneran deh [tapi rame rame, sementara Roy...sendirian!]


Remaja Roy mengajari saya untuk melihat sekeliling, belajar mengenal hidup tanpa harus bergantung pada siapapun. Mengajari hidup sesungguhnya, menjadi pionir. Tidak untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri!

"Dunia adalah milik orang-orang pemberani!"

Remaja Roy juga mengajari saya bahwa menjadi lelaki bukan berarti harus sok jago, menganggap remeh orang lain melainkan menjadi berani! Berani untuk memilih, untuk memiliki, berani untuk berbuat dan mempertanggungjawabkannya. Berani untuk mencari, mendapatkan dan pada saat yang sama berani pula untuk kehilangan.

seperti kita yang berlari
waktu berpacu bersama angin
melindas tapak
membenamkan jejak, tak bermakna
seperti pelarian kita
[Asih Purwaningtyas]

Roy dengan ransel dan perjalanannya membuat saya bermimpi bahwa suatu saat harus bisa mengelilingi tempat-tempat indah di Indonesia. Beruntung saya, beberapa tempat telah saya singgahi, dengan ransel biru saya itu [seperti milik Roy pastinya!]

Dan ketika menulis postingan ini, pikiran saya kembali ke kisah kisah Remaja Roy, kenangan masa esempe saya, kangen jalan jalan, kangen kemping, kangen teman teman, kangen kampung halaman, kangen udara segar, kangen semuanya...

"jadi Roy..."

"...... Kapan kita bertualang lagi?"




[kilas balik - Episode 1 , Buku Pertama "Joe" ]

"Remaja Roy mengayuh sepeda balapnya pelan-pelan.
"Ayo, Joe!" seru Roy. Anjing herder itu menyalak kegirangan. Bulunya yang cokelat kehitaman berkilat. Gerak-geriknya melindungi majikannya dari bahaya.
Remaja Roy memang jadi pusat perhatian. Ke sekolah dengan sepeda balap dan anjing herder? Itu absurd. Sebuah objek sensasi. Lain waktu telinganya mendengar suara-suara centil, manja, genit, dan menggemaskan. Dia tahu itu untuknya . . . . . "



*beberapa bagian tulisan diatas saya kutip dari beberapa pendapat orang orang yang menggemari buku ini seperti saya...*



Sunday, November 1, 2009

Memoar Rumah Murai




Kota Palembang…
suatu waktu dalam memori masa kecilku...

Rumah itu, dengan bangunan tua yang masih terawat, masih teringat jelas...

Dan tanaman hijau, bunga anggrek dan suplir koleksi eyang putri mengitari pavilyunn rumah, rumput yang menghampar menghias pekarangan kediaman kakekku (alm), juga ayunan dengan kapasitas 4 orang bocah, dengan kayu berbalut cat putih, ayunan yang dahulu sering diperebutkan aku, adik2ku dan sepupu2ku, hingga sempat putus (iya... ulahku!!)


Sementara kolam ikan dan kandang ayam di pekarangan belakang yang luas, tempat biasanya kami makan duren beramai ramai ketika musim duren tiba, dan ketika malam tiba terkadang bernyanyi bersama diiringi petikan gitar Om-ku yang sekarang udah jadi pejabat, tak lupa diiringi recokan sepupu-sepupuku yang masih balita, juga riang suara tawa Tante dan Om-ku yang selalu ceriwis tidak pernah kehabisan bahan cerita.

Ahhh….rumah itu…apa kabarmu sekarang? pastilah semakin sepi saja, karena satu persatu penghuninya telah mempunyai kesibukan sendiri - sendiri atau telah habis dimakan usia?

Atau sekali waktu mungkin juga tetap terdengar riuh rendahnya tawa dari generasi baru, para keponakanku, hahaha …

”om pandhu…om pandhu…minta uaaannggg…minta traktiraaannn….”

mungkin demikian mulut2 kecil itu berucap, sama seperti pandhu kecil yang dahulu selalu menteror Om dan Tantenya ketika berkunjung ke Palembang…Om Pandhu?…hayyaaahh..saya masih terlalu muda untuk dipanggil “Om” Umur saya masih kepala dua hahaha!


Lalu kembali ke bangunan tua dengan kamar lebih dari 7 dan 3 ruang keluarga, 2 ruang makan dan 4 kamar mandi, memang serasa istana ketika aku masih kecil,

entahlah seperti apa sekarang?
masihkah penuh kehangatan?
masihkah terawat rapi?

masihkah kukenal setiap wajah penghuninnya?
masihkah mereka ingat padaku?

Lalu peraduan lengkap dengan bed cover dengan aroma yang khas, suara kicauan burung peliharaan si Om...
Dan yang pasti… selalu ada acara santapan kecil disore hari, secangkir teh atao es kelapa muda bahkan es kacang, dan pastinya ditemani pempek yang melimpah……

gosh…
those were such a nice moments……


aku merindu setiap detiknya…

sungguh…

aku rindu…

Friday, November 7, 2008

Mendung, Hujan dan Pelangi...




"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."(QS. 6:99)

Hujan sore ini…
Seharusnya membawa perasaan bahagia pada sosok bertajuk pandhu, mengingat betapa cintanya pandhu pada jutaan pasukan air kiriman sang pencipta tapi kenapa pandhu terlihat lempeng2 aja menjurus bete, terpaku khusyuk di depan monitor burem 14’ leptop buluk milik kantor, dengan raut muka tanpa ekspresi…entah nahan boker yang tidak sempat diluncurkan tadi pagi karena telat bangun, atau baginya hujan tidak seindah dahulu..


Kilas Balik

Sore – di Imam Bonjol, seperti biasanya, kalo hari hujan, penghuni imam bonjol lebih suka menghabiskan sore dengan bermain playstation, atau virtual pool hall, ditemani beberapa cangkir kopi ABC susu, tentu saja dengan perbandingan jumlah penghuni: cangkir susu = 3 : 1, akibat malasnya para penghuni membuat kopi, menyisakan pandhu, koko, dan penthet sebagai jongos pembuat kopi susu…
.... tapi gak ada sore yang lebih indah selain berdiam diri menatap rintik hujan dari jendela kamar, merasakan dinginnya air dan angin menerpa wajah, selagi menunggu giliran main, ditemani secangkir kopi dan sebatang Djarum coklat, dan lantunan MP3 komputer koko (setelah alunan gitar pandhu terhenti dengan makian pendek, ”..annyink, lupa gw konci lagu ini!!!”)…sore yang menyenangkan!




Sore – di R2an,
Desember emang bener bener waktu yang mantep buat bertengger selama mungkin di lorong R2an, diwaktu sore, ahh…lihat ada berapa kasino digelar disana…mungkin empat sampai lima permainan, yang terdiri dari beberapa angkatan…satu es, dua de, dua es, tiga de, satu ente!!!okeh…pekikan terkhir itu biasanya keluar dari mulut sompral pandhu, yang diteruskan dengan gerutuan pasangannya….”si bego mulai asal!!”
Lalu…pekikan penuh nafsu binatang keluar silih berganti dengan mulut dihiasi kata2 indah seperti (kebon binatang-red) …gitu deh, lalu ada juga si Roy yang lebih dikenal dengan…Roy the botol hiji, atau Roy samsu hiji ato juga Roti roy!!!…biasanya bayu, arif, dan john sering banget meneriakan nama si Roy ini…kalo opal…ahhh…dia batak yang irit…( okeh temen2…ada yang tau nama asli roy siapa???…yaakkk beneerrr…Roy Samsu hiji!!!), lalu permainan berlanjut sampe ujan berhenti…sore yang amat menyenangkan…!

Sore – di markas band komplek ATPUT,
... di bilangan bandung timur, beberapa ratus meter dari terminal cicaheum, kamar ukuran 4×4 meter dengan isi yang relatif tetap, 3 kubik asap rokok, satu matras, 8 orang cowok, 3 buah gitar, 1 komputer, dan dua cangkir kopi…, ah yaa…disertai obrolan berbahasa local (sunda-red) dan sudah pasti kasar…(jangan harap ngerti ama topik bahasan kalo bukan orang asli geng ini…pokoknya sebagian besar topik berkisar soal musik dan sumpah serapah standar jomlo!! takdir emang kejam bagi segelintir cowok2 ini !!).
Sesekali terdengar perintah2 satu arah seperti…” cong…kopi beak!!’ atau “ baleg cong…ci kopi jieun deui!!!”, bahkan makian seperti “ ajnjrit badrun bekok! sia bengeut batakk...sia nu marpaungg...Dasar jomblo siaaa!! aing weh si laku kerasss.....eta meni curang make inter....!!”, suasana yang selalu ramai oleh ketidak jelasan para penghuninya…sesak, sempit, berasap…sore yang selalu menyenangkan!

Sore – di salah satu kost jalan ciomas kebayoran baru, jak-sel,
Setelah bermain basket cukup lama, dan terhenti karena hujan, penghuni kost yang hanya segelintir, sekitar 8 cowok berkeringat memasuki ruang televisi berbekal beberapa gelas extra joss yang diyakini mereka dapat memulihkan stamina, tak lama kemudian ruang televisi tersebut dipenuhi aroma tidak sedap dari makhluk2 yang baru masuk, disertai kepulan asap rokok yang dalam beberapa menit saja sudah seperti kamar asap persis kamar tawanan yang akan dihukum mati!!!
... dan lalu pandhu akan segera didaulat (dipaksa!) untuk mengiringi para manusia barbar ini…bernyanyi, tanpa bermaksud hiperbola…mereka juga berjoget tak keruan, lebih mirip tarian sekte pemuja setan tertentu, kalau tidak mau dikatakan, lonjak2 anak taman kanak2 yang baru diberi hadiah ultah, tak mungkin ada yang percaya kalau tidak melihat sendiri, demi tuhan....parahhh.
Pimpinan para kurawa tersebut berjudul Kelvin, insan batak yang langsung merikues lagu2 yang biasa dimainkan diikuti dengan joget gila si yayan, kunchet..rohed, isur, dades dan sisanya..., dalam beberapa saat, ruang televisi pun terdengar riuh rendah nada2 pengiring suara hujan yang semakin deras, nyanyian yang kalau dicermati, cukup merdu… sore yang sungguh menyenangkan!


Sore – di salah satu kost , dibelakang GOR Deltras Sidoarjo,
Tidak biasanya hujan turun dengan teramat lebat, pandhu hanya memandang keluar sejenak, lewat jendela kamar, berusaha menikmati ketukan rintik hujan menghantam genting, tidak banyak yang bisa dilihat dari kamar yang terletak di lantai 2 tersebut, mencoba menikmati angin yang berhembus sesekali, walaupun suhu udara hanya turun 2 derajat paling banyak (setelah hampir seminggu suhunya 37 derajat celcius anjing edan!),
Udara kamar masih belum sedingin bandung nampaknya, ditemani gitar akustik yang berusaha dipetik mengalahkan suara guyuran hujan yang semakin deras, akhirnya pandhu menyerah. Kost itu pun serasa mati, karena seluruh penghuni nampaknya selalu pulang kampung diakhir minggu, pandhu didaulat menjadi penjaga kost.
Pandhu beralih pada Marlboro merah yang ditimang2nya, tinggal beberapa batang saja, lalu asap pun mulai mengepul memenuhi ruang kamar, seperti ingatan masa-masa lalu yang satu demi satu mulai memenuhi kepala pandhu…sore ini seharusnya menyenangkan!


Kembali Ke Surabaya
Ahh…hujan telah berhenti, dinginnya hujan tidak terasa sampai cubical pandhu, tapi tetap terasa dingin, tampaknya air conditioner gedung baru diganti, hembusan angin sedingin es mengalir kencang memenuhi ruangan, dibarengi dengan kepulan asap rokok pandhu yang berusaha menandingi dinginnya suhu kantor, juga tak lupa ditemani secangkir kopi susu cap singa, yang dalam waktu 10 menit suhunya netral dengan suhu ruangan, woookeeeeyyhhh....bageus!
Namun pandangan mata jagoan kita ini tetap tak bergeming, dingin, tanpa ekspresi…hanya dingin saja tanpa ada balutan ekspresi…kosong…


Ketika orang normal menggerutu karena datangnya hujan, dan memaki maki derasnya hujan…Menghalangi aktivitas, rencana kencan, suhu yang membuat badan sakit, angin yang dingin menusuk serta kubangan kotor yang membuat sepatu2 mahal mereka terpercik genangan Lumpur…

Analogi hujan dan mendung sebagai suatu penderitaan, kesedihan dan suasana buruk yang akan diganti dengan terangnya sinar mentari sebagai analogi hari yang indah..



Namun sebaliknya…
Bukankah hujan itu bagimu adalah keindahan ndhu?
Bukankah senyum selalu menghiasi wajahmu ketika hujan turun ndhu?
Bukankah setiap kali hujan turun, ada sepercik kebahagiaan yang tuhan berikan kepadamu ndhu?

Masih menyenangkankah hujan bagimu ndhu…..?


pulang ndhu...
di bandung pasti mendung..
lalu hujan...
dan mungkin...
pelangi...

Tuesday, September 23, 2008

Oldies TV Series Jepun!!



Jadi inget beberapa serial yang pernah gw tonton jaman dulu neh...
inget inget ahhh......


hmm.... (layar mulai blurr...dan scene dibawa ke pemandangan tahun jebot....a la pelem bioskoph..)


Gavan & Sharivan ....Google V, Megaloman, ultraman, Zabogar, kamen rider, shisimaru

Dengan titel space sherrif yang menjaga bumi dari monster monster gak penting, gaban, sariban merupakan hero gw banget deh..terutama sariban yang gaya ituhh. Ahh sharivan topp banget dahh..

Goggle V, waaww... gogel paip bener2 tontonan yg menarik, mana koreograper tempurnya bagusss dan menghiburrr, terutama gogel ret dan blek tentunya gua banget.
Megaloman dan ultraman gw ga gitu ngikutin hanya beberapa episot, abisan gw ga terlalu suka ama hero yang tiba2 jadi segede gedung, gak oke.
Zabogar...dan kamen rider...ini bener bener unik..karena kalo gak salah zabogar itu asalnya robot, dari motor...ekh akhir akhir malah 2 motor kamen rider bergabung jadi satu dan...jadi dehh neo zabogar...ceritanya bagus n endingnya lumayan sedih huu huh uu...damn you monster naga berkepala tiga...!!!

Shisimaru alias lion man samurai yang bisa berubah menjadi singa...(menurut gw malah bagusan si vincent dari serial beauty and the beast hehehe) bersama 2 kawannya yg ga penting, kuda sembrani dan rivalnya Tiger Joe...cukup heroik lah.
lalu beralih ke anime jadul....dulu namanya pelem karton... hmm kita lihat...
Voltus 5, ahh ni peelem perasaan dulu paling dinanti nanti...bersama god zigma dan mazingga Z, lalu juga ada polimar, G-Force, tapi entah knapa ya dulu waktu kecil anime jepang ga gitu bagus menurut gw...makanya gw lebih suka nonton versi sentai (yahh semacammnya kamen rider...gaban sariban ituh lah hehehe)

Berikutnya film kungpuhh dari jepun… Ada beberapa yang masi gw ingt…Na-cha…condor heroes…dan white snake legend…buset dahh perasaan jaman dulu ni pelem udah oke buangettt…hehehe…hmm o iya…Oshin dan Orin…duo pelem drama jepun ini juga bener2 rame…pada jamannya…sebelum era Tokyo lap stori dan ordinary pipel hehehe Sementara itu dulu deh…
NEXT : Another Eighties TV Series " pelem barat"