Showing posts with label rain. Show all posts
Showing posts with label rain. Show all posts

Monday, November 8, 2010

setengah jam..

Setengah jam sebelum gw terlelap, harus terlelap..

Kadang gw suka lupa, buat menerima apa yang gw punya, buat mencintai apa yang gw miliki, lupa sob, manusiawi kan ya? Gw juga ngeh si, direntang waktu berlabel usia ini, gw berasa jalan ditempat, waktu berhenti di 5 tahun yang lalu. Lalu sekarang apa? Mo kemana? Bingung sob… gw ga ngerti. Semua numplek jadi satu, berasa semua ada di satu titik, dengan gw sebagai pusat dari pusarannya. Gw sebenernya selalu berusaha buat tetep berdiri tegak, really do, but shit happens, malam ini. No pain killer needed nor aspirin , gak juga nikotin yang sayup menipis, dan cairan kafein yang tersisa beberapa tetes saja, setengah jam ini saja, cukup.

Sejenak gw lepas topeng penuh tawa ini, gw tengah berada di pusaran waktu yang semakin lama kuat menyedot dan gapaian tangan gua hanya menggenggam udara, mimpi indah yang ga juga terwujud rupanya, belum, atau tidak, whateva, doesn’t make any difference. Bahkan untuk orang se-well planned gw pun, kali ini entah kenapa, mendadak otak susah diajak kerja sama, ngerti sih, ini soal tanggung jawab, ini soal menjadi lelaki, menjadi seorang yang harusnya bisa jauh lebih baik dari ini. Tapi gw capek sob, malem ini, gw pengen istirahat sejenak, meyakinkan diri sendiri.. that everything’s gonna be o-fuckin-kay.

Ga bisa ternyata, scene demi scene yang entah dari mana, memenuhi kepala gua, bajingan! Udah tiga batang nikotin sob, masi ga berasa, kembali menyulutnya lagi. Gw capek berjalan, kaki ini mulai pegal, peluh mengering, gw pengen bersandar. Iya, gw bakal melakukan semua, pundak gw bakal menyandangnya, gak surut kok gw, sadar kok gw. Menjadi laki laki itu berat sob, membanggakan memang, tapi berat! There’s a thin line between man and loser, right now, I’m steppin on it, crap! Selanjutnya mo gimana, mo jadi apa, entahlah sob, gw cape..

Hmm hujan turun rupanya, sudah waktunya terlelap, harus terlelap…





Bangsat!!!t!!


Thursday, September 16, 2010

Sebelum kau terlelap . .

waktu bergulir menuju warsa
berhias tawa, canda dan cerita
berbagi hujan, menikmati saat datangnya mendung
dan sepi, yang sesekali sengaja kita biarkan menggantung

aku memilih untuk diam dan membiarkanmu berkata kata
seperti malam ini, aku membisu tanpa suara
menyenangkan sungguh, mendengar ceritamu
membayangkan lanjutan kisah hidupmu

bersamamu, waktu menjadi kehilangan makna
rajutan mimpi datang silih berganti , mengganti nyata
sadarkah kita, skenario apa yang sedang kita jalani?
taukah kamu, mau dibawa kemana semua ini??

atau kita hanya sekedar terpaku pada bayangan
terpana, memuja apa yang kita rasakan
hingga kita lupa, mungkin ini bukan milik kita
aku, kamu, sekedar bertemu di sebuah persimpangan

lalu menikmatinya,
mengingat kembali beberapa waktu lalu

hujan yang turun, ditemani riang suaramu
untaian kata, silih berganti kita ucapkan
seolah jemari kita erat saling tergenggam

apa yang ada sekarang,
apa yang kita rasakan,
mungkin hanya ada dalam lelap tidur kita
menenun benang mimpi dalam jalinan cerita

tapi tak mengapa sayang..

jika mimpi adalah apa yang kita punya . .
maka biarkan aku tertidur lebih lama . .
hingga pagi tiba. . .




And when I wake up you look so pretty sleeping next to me...
But there is not enough time, And there is no, no song I could sing..

And there is no combination of words I could say..

But I will still tell you one thing...




Tuesday, June 1, 2010

Balada Si Roy!


Sketsa Masa
Mengenai tokoh fave saya semasa abege, semasa esempe, dari sebuah sudut sempit remang remang di ruang perpustakaan, diantara bertumpuk buku lama, dan disitu saya sering menghabiskan waktu istirahat saya untuk membaca Balada Si Roy (BSR) dan kemudian biasanya saya pinjam ke rumah.

Itu 15 tahun yang lalu, dan sekarang, belum seminggu saya menerima bundel 10 novel BSR beserta tanda tangan sang pengarang, Mas Gege (Gola Gong). Lebih mengejutkan lagi, ada sepenggal kata yang begitu membekas di benak saya, singkat saja... "Hujan, datanglah...", sederhana namun buat saya begitu bermakna, seolah mengetahui betapa saya selalu mengharapkan hujan, mengagumi peristiwa ciptaan tuhan tersebut.

Tidak hanya sampai disana, ada seulas kata komentar yang saya torehkan di fesbuk beliau ternyata tercetak dalam buku tersebut. Seperti menjadi bagian dalam penciptaan sejarah, menjadi bagian dalam karya fenomenalnya. Terbayang betapa dahsyat euforia yang saya rasakan ketika membacanya.


Sekilas Mengenai Roy
Remaja Roy, sosok petualang muda berjalan dari satu pojok kota, tertidur dari gerbong ke gerbong kereta, diantara desakan penuhnya penumpang bis kota,yang kenyang dengan pahit dan getirnya dunia, pedihnya luka dan seribu satu tanda tanya tentang jati dirinya, dan diluar semua itu, karakter Roy yang begitu Lelaki, mungkin telah menginspirasi sekian banyak pemuda di era tersebut, untuk menjadi pemuda bandel yang gak asal mengumbar keberanian, kenakalan tapi juga bertanggung jawab dan care terhadap lingkungan sekitarnya.

Dan saya belajar banyak mengenai tanggung jawab dari karakter ini, menjadi seseorang yang bisa diandalkan oleh keluarga, menjadi panutan bagi orang orang disekitar saya dan yang terpenting tidak sekedar asal bicara, berkata kata, namun juga mampu melakukan sesuatu.

Masih belajar, masih mencoba menjadi Roy yang begitu ideal, mungkin sekedar fiksi, namun nilai nilai yang coba di tanamkan oleh Mas Gege, menurut saya takkan lekang oleh waktu, berlaku di era manapun, menjadi lelaki, menjadi seseorang yang bertanggung jawab, menjadi pemimpin.


Terima Kasih
Mungkin sosok ideal tersebut belum sepenuhnya tercermin pada saya, belum juga sepenuhnya mampu saya aplikasikan dalam kehidupan nyata saya. Tapi rasanya saya memang harus mengucap terima kasih, minimal buat lembar lembar yang dahulu setia menemani saya, dikala termenung sendiri, di saat masih bingung mau apa, mau jadi apa kelak, ataupun sekedar pelipur lara, menemani malam malam yang sebagian besar saya lalui sendiri.
Memberikan terima kasih atas kenangan bagus yang saya dapat dari membaca kisah kisah tersebut, membangkitkan semangat buat mencontoh nilai nilai moral yang membuat saya berani dan bangga untuk berucap "Saya lelaki", hingga mungkin label lelaki ini tak lama lagi harus segera saya ganti menjadi..ehmmm... Ayah misalnya..hehehehe [aduh gak kuat..ngakak juga saya ^__^]

Anyway, akhirnya saya cuma berucap syukur telah diberikan sedikit kenangan dan pelajaran dari sekedar membaca Novel ini. Terima Kasih Roy!


Saturday, April 24, 2010

. . . . . . . . . Need a Hug?

I dont mind where you come from
As long as you come to me
But I dont like illusions I cant see
Them clearly

I dont care, no I wouldn't dare
To fix the twist in you
You've shown me eventually what you'll do

I dont mind, I dont care
As long as you're here

Go ahead and tell me you'll leave again
You'll just come back running
Holding your scarred heart in hand
It's all the same

And I'll take you for who you are
If you take me for everything
And do it all over again
It's all the same







Hours slide and days go by
Till you decide to come
But in-between it always seems too long
For certain

But I have the skill, yeah
I have the will, to breathe you in while I can
However long you stay is all that I am

I dont mind, I dont care
As long as you're here

Wrong or Right
Black or White
If I close my eyes
Its all the same

In my life
The compromise
I'll close my eyes
Its all the same






*please spare some of your time to watch this, worth every seconds of it*

and give your best hug ...
to everyone who need it...

Friday, April 23, 2010

★★★ . . Kirisute Gomen! . . ★★★

mengenai waktu dimana semua tentang kamu
dan aku senang mendengarnya
mengenai hari harimu
dan tiada tentang pagi siang dan malam-ku

semua selalu tentang kehidupanmu
yang rutin menyapa setiap harinya
tapi itu tak mengapa,
karena aku sungguh menikmatinya
menikmatimu...

tentang sekelumit kisah hidupmu
tentang keraguan yang menimpamu
dan canda tawa yang sempat singgah
di beberapa malamku
dahulu...

alunan sapa dalam bait bait singkat
yang hanya terdiri dari satu kata,
sebuah nama...

dan tak kuasa kadang kumenahan tawa
ada apa dengan kita?


lalu kini tiada terdengar lagi
lantunan renyah tawa itu
bahkan tiada lagi kata terucap diantara kita
membisu, tenggelam dalam tanya
ah sudahlah, tak mengapa...

sungguh,
tak akan aku paksakan
seperti yang dahulu pernah kujanjikan
aku ada, karena kau menginginkannya
karena kisah ini tentang kamu, selalu

jadi,
mengenai cerita lalu...
apakah semua itu mimpi
adakah semua itu semu.....






karena mungkin
aku sedikit merindukannya...


Wednesday, April 21, 2010

hari [masih] hijau...


berapa lama lagi usiamu bunda?
belum lelahkah kau termangu?
belum letihkah kau memangku?

anak anakmu ini tak juga ternyata tersadar
semakin lama semakin redup sinarmu memancar
kala pundi pundi emas membelai semu pipi dan bibir kami
saat perut perut buncit kami semakin penuh, sesak terisi

bagaimana keadaanmu bunda?

masihkah kau merasa baik baik saja?
lalu seiring kami selalu bertanya,
mengapa kerap juga kau teteskan air mata
diantara senyum kami yang menyayatkan goresan luka

dan disela dongeng yang kau ceritakan sebelum kami terlelap
selalu saja kali kami berontak, dengan angkuhnya berteriak

fiksi...

fiksi...

Fiksi!!!


jadi, masih kuatkah engkau bunda?

- selamat hari kartini, selamat hari bumi -



dan dia sayup merintih.. dalam langkahnya tertatih..
akankah kita biarkan dia terkapar..?
baru kita tersadar...

Sunday, April 11, 2010

Cold Night Tonight...


"It's been a cold, cold, cold, cold night tonight
And I can't get you off my mind
God knows I've tried..."

ahhh.... malam ini dingin bener, enaaakkk...
tuh sambil dengerin lagu lawasnya bon jovi, bikin tambah adem...
beginilah suasana bandung selepas ujan barusan, and guess what?
i saw a rainbow .....
tadi sore, selepas ujan...
kontan diabadikan dong langsung, abisan pelangi sekarang udah jarang keliatan
ahh... it amused me...
udah jarang aja liat pelangi...
dan tadi sore ...pelanginya bagus

"It's been a long, long, long, long, long time
Since I've had your love here in my hands
We didn't understand it, we couldn't understand it"

ahh lagunya masih mengalun, masih nemenin perasaan yang gak jelas ini
abisan besok pagi udah kudu ngejer pesawat paling pagi...
berangkat ke surabaya lagi...
yup! dengan pending tumpukan kerjaan yang buanyak bener deh...
argh enough complaining! gak nyelesain masalah...



"We danced all night as the music played
The sheets got tangled in the mess we made
There in the stains , we remain,
No one left to blame"

hmmm, udara semakin dingin, tapi kok rasanya sayang bener mo dihabiskan dengan tidur,
jadilah menyempatkan diri menikmati sisa sisa aroma hujan di kota ini
sungguh menyenangkan...
sungguh gak pernah bosan...
lalu...
sekilas terdengar lagi lirik menyayat hati dari bon jovi
lagi lagi mengalun...

"My heart's breaking even, now there's no use we even try
Hey I cried, Yeah I lied, Hell I almost died
Both got our reasons, let's just fold the cards and say good-bye
It's alright, just two hearts breaking even tonight"

dan playlist lagu mendadak random muterin lagu jack johnson..
ah lagu yang cocok buat ngelamun...
hehehe ... hari gini masi suka ngelamun, biarin ahhh!!!
malem ini cuma pengen nikmatin apa yang disajikan bandung buat aku
berkumpul bersama orang2 yang menyenangkan
bersama orang orang yang aku sayang

di rumah...

dengan bumbu udara yang segar, dingin, ah pokoknya menyejukkan...
dengan musik berupa alunan rintik hujan...
dengan ditemani obrolan hangat dan cemilan nikmat
dengan canda dan tawa renyah sesekali terdengar
dan pelangi yang sore tadi berbaik hati menampakkan diri....

semuanya ada di sini...

And all of these moments
Just might find their way into my dreams tonight
But I know that they'll be gone
When the morning light sings
And brings new things
For tomorrow night you see
That they'll be gone too
Too many things I have to do
But if all of these dreams might find their way
Into my day to day scene
I'd be under the impression
I was somewhere in between
With only two
Just me and you
Not so many things we got to do
Or places we got to be
We'll Sit beneath the mango tree now




selamat malam bulan...

selamat malam bintang...



selamat tidur sayang...

Friday, April 9, 2010

Nightmare...



"bagusnya sebuah mimpi buruk, yaitu pas kita terbangun, ada rasa lega, karena itu hanya sebuah mimpi"


sebaliknya mimpi mimpi indah yang membuai dan menenangkan..
menyenangkan, penuh bunga dan semerbak wangi bunga setaman
ketika pagi tiba dan kita terbangun..

cuma terasa hampa...


begitu juga dengan harapan, ternyata beda tipis sama mimpi indah
sesaat menjulang begitu tinggi, membuai ...melayang tinggi sekali
sampai satu ketika, terhempas

dan mendarat dengan keras....
seperti malam ini...

ah malem ini ... perasaan kok gak enak ya?
jangan jangan selama ini saya tertidur..

jadi...



bangun gak ya?





*argh... feeling aku beberapa hari terakhir ini ga gitu bagus...*

Saturday, January 23, 2010

Langitku Cerah Sebelah ...



Roda-roda kursi itu berputar di pinggiran halaman belakang rumah tua yang menghadap ke barat.

Wanita diusia senja itu tak hentinya tersenyum ketika Langit mengisahkan cerita lucu tentang almarhum bapak dulu. Seorang laki laki, keras, namun selalu hangat dan bijak dalam keluarga, ah Bapak.

"Ibu, gak bosan memandang matahari terbenam setiap hari?" tanya Langit seraya melangkah pelan mendorong kursi roda itu.

"Bapakmu pernah bertanya persis seperti itu"
"Lalu, ibu jawab apa?"

Wanita itu tersenyum.

"Sama sekali tidak, ada sedikit kenangan manis ketika matahari terbenam, kenangan semasa pacaran dulu, dan ibu senang mengingatnya"

Langit hanya tersenyum. Roda-roda kursi itu menaiki pinggiran tanah yang agak tinggi. Sinar matahari sore memancar disela sela dedaunan pohon jambu yang di tanam bapak.

"Bu..."
"Ya..."

"Aku ingin ke Jakarta Bu, kata bapak, banyak rejeki disana"

"Pendirianmu tak berubah juga nak, ibu tidak bisa mencegahmu kali ini kan?"
Wanita itu tersenyum lirih, menghela nafas, mengingat Jakarta pula lah yang telah merenggut suaminya tercinta.

"Sudah mulai gelap nak"
"Ya, Bu.."
Kursi roda bergerak pelan meninggalkan halaman belakang.

***

Duka masih sering singgah bila mengingat yang telah tiada. Tapi itu bisa sirna bila mengingat Ibu tak sedih meninggalkan semua miliknya. Bibirnya tersenyum dalam lelapnya. Mungkin tersenyum karena bapak sudah menantinya disana.

Langit masih bisa mengenangkan-nya sampai kini. Padahal peristiwa itu sudah enam tahun berlalu.

Semuanya berubah, semuanya membaik, Tidak ada lagi kesepian dirumah ini, ketiga anaknya masih sering mengunjungi rumah tua ini, cucu-cucunya, setiap tahunnya. Seperti hari ini, Langit dan kedua adiknya, keluarganya, menghabiskan waktu di rumah Ibu.

***

Sore itu Langit menjenguk kamar Ibu.

Kursi roda itu di sana, di bawah foto Keluarga. Langit menariknya ke luar, lalu mendorongnya ke halaman belakang. Perlahan dia melangkah. Mengenang masa masa manis menunggu matahari terbenam bersama Ibu.

"Ibu...," Langit berbisik sambil mendorong kursi roda di tepi halaman, dibawah pohon jambu. Dalam khayalannya Ibu duduk di kursi itu.
"Bapak tidak pernah mati, Bu. Lihat! Matahari masih terbenam disana."

Tak ada jawaban. Daun jambu pun diam saja. Tak ada angin yang meniupnya hingga dia berayun kecil. Kursi roda bergeser pelan.

"Hari ini aku merasa aneh Bu, berkumpul lagi disini bersama anak anak kami, cucu cucu Ibu..." Langit berkata lagi sambil mendorong kursi roda.

"Seperti ketika ibu mengingat bapak, Aku selalu merasa Ibu tak pernah meninggalkan kami, ... Lucu ya Bu?"
Ibu tak menjawab. Karena Ibu memang tak ada di kursi roda.



"Maaasss.... Makanan sudah siap!" seru kedua adiknya dari pintu ruang makan di sisi pekarangan.


Langit membungkuk dan berbisik ke kursi roda,


"Ibu, mari kita makan malam...."




Roda-roda kursi berputar pelan.

***



[terinspirasi sebuah novel karya bung smas]


Sunday, January 17, 2010

Sssstttt . . . .


ssstttt.....
terlalu banyak distorsi disini
terlalu jauh jarak diantaranya
gak juga mendekat, gak juga mendekap
mungkin karena terlalu banyak beda
mungkin hati sedang ingin berbicara

ssstttt.....
diluar hujan rintik rintik
gemericiknya lebih merdu dari suara musik
jadi dengarkan saja, nikmati juga
menyulut tembakau berbalut rasa
diam tanpa kata

ssstttt.....
angin bertiup perlahan, disela sela tangkai dedaunan
lalu ada suara suara mengiringinya
disini aku terduduk menikmati jalinan nada
tanpa kata
betapa nikmatnya...

ssstttt.....
duduk disampingku, jangan terlalu jauh
pegang erat tanganku, jangan dilepas
duduk manis...
diam bersamaku
temani aku malam ini


ssstttt.....
gak susah kan?

btw...
namaku pandhu...

dan kamu?